Jumat, 28 November 2014

PEREKRUTAN CALON PIMPINAN/PENGURUS

A.     Pendahuluan
Fokus utama manajemen sumber daya manusia adalah memberikan kontribusi suksesnya organisasi. Manajemen sumber daya manusia haruslah terdiri dari aktifitas-aktifitas yang terkait dengan manajemen sumber daya manusia meliputi: perencanaan dan analisis sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan bekerja, perekrutan pengembangan sumbar daya manusia, konpensasi dan keuntungan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan Pimpinan dan buruh (Mathis,Jackson,2001:12)

Sebelum mengisi formasi, organisasi haruslah terlebih dahulu mencari orang-orang yang tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga berkesanggupan dengan bidangnya. Organisasi memerlukan sejumlah pimimpin dalam usaha mewujudkan eksistensinya untuk pencapaian tujuan. Pimpinan tersebut berfungsi sebagai pelaksana kegiatan yang menjadi tugas pokok organisasi.
Setelah diadakan perencanaan SDM, dan analisis serta klasifikasi pekerjaan, maka langkah berikutnya adalah melaksanakan rekrutman. Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik caon pimpinan untuk ditempatkan dalam dan oleh suatu organisasi. Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin calon-calon pimpinan sehingga organisasi mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan terhadap calon pimpinan yang dianggap memenuhi standar kualifikasi. Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat pencarian calon pimpinan hingga kesedian para calon pimpinan.
Oleh karena itulah rekrutmen sebagai salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan deskripsi dan spesifikasi pimpinan atau jabatan sebagai hasil analisis aktifitas atau jabatan yang memberikan gambaran tentang tugas-tugas pokok yang harus dikerjakan. Sasaran dari perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan Pimpinan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh Pimpinan, analisis pekerjaan (job analysis) adalah dasar dari perekrutan.

B.    Pengertian Rekrutmen
Succesful human resource planning is designed to identify an organization’s human needs. Once this needs are known, an organization will want to do something about meeting them. The next step, them, in the staffing function-assuming, of course, that demand for certain skills, knowledge, and abilities as greater than the currwnt supply- is recruitng (Decenzo & Robbins, 1999:156)
Menurut Mathis and Jakson, perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi bagus untuk pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan. Dalam arti kata, merupakan penarikan (recruitment) adalah sebagai proses pencarian dan pemikatan calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan (Handoko,2001:69)
Menurut Ivancevich dan glueck (dalam Sukamti,1989:133) recruiting adalah serentetan kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk menarik calon pegawai yang memiliki kemampuan dan sikap yang dibutuhkan untuk membantu mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Schuler dan Youngblood (dalam Sukamti,1989:133) rekrut (recruitmen) adalah serentetan kegiatan dan proses yang digunakan untuk mendapatkan secara sah orang-orang yang tepat dan dalam jumlah yang cukup. Pada tepat dan waktu yang tepat sedemikian sehingga orang dan organisasi dapat memilih satu dengan lainnya sesuai dengan keinginan mereka dalam jangka waktu pendek dan panjang.
Dapat disimpulkan bahwa rekrutmen merupakan proses mendapatkan sejumlah calon Pimpinan yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama di lingkungan suatu organisasi. Berarti rekrutmen merupakan langkah pertama dalam rangka menerima seseorang dalam suatu organisasi.
Melalui rekrutmen inilah kontak pertama kali diusahakan organisasi untuk Pimpinan potensial, melalui rekrutmen inilah banyak individu datang untuk mengenal organisasi dan yang ada pada akhirnya nanti memutuskan ingin bekerja denganya atau tidak. Suatu usaha rekrutmen yang dirancang dan dimanage dengan baik akan menghasilkan calon pimpinan yang berkualitas baik dan sebaliknya yang terjadi apabila usaha ini dijalankan setengah-setengah. Pimpinan yang berkualitas tidak dapat dipilih apabila mereka tidak mengetahui adanya kekosongan jabatan sehingga tidak ditwawarkan. Dengan rekrut harus diusahakan bahwa orang-orang dengan kualitas tinggi mengetahui kesempatan kerja ini, organisasi perlu menyediakan informasi yang cukup mengenai aktifitasnya sehingga calon pimpinan dapat memprertimbangkan kesesuaiannya dengan minat dan kualifikasi mereka.
Rekrutmen tidak hanya penting bagi organisasi, rekrutmen merupakan proses dua arah. Calon pimpinan menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja didalam organisasi yang bersangkutan, organisasi juga sangat menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah calon pimpinan jika diangkat menjadi pimpinan. Calon pimpinan mununjukkan bahwa mereka adalah calon-calon yang dan harus mendapat tawaran kerja, calon pimpinan juga mencoba untuk meminta organisasi agar memberikan informasi guna menentukan apakah mereka akan bergabung dengannya. Organisasi ingin menunjukkan bahwa mereka merupakan tempat yang nyaman untuk eraktifitas, mereka ingin mendapat sinyal dari para calon pimpinan yang memberikan gambaran yang sejujurnya tentang nilai potensial mereka kelak sebagai Pimpinan.

0 komentar:

Posting Komentar